Selainnya Ruangan Taufik Eks Gerindra dan Kader PDIP, KPK Periksa Ruangan Politisi PKS dan Golkar DPRD DKI

Selainnya Ruangan Taufik Eks Gerindra dan Kader PDIP, KPK Periksa Ruangan Politisi PKS dan Golkar DPRD DKI

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK bukan saja memeriksa ruang kerja mantan kader Gerindra, M Taufik dan politisi PDI Perjuangan atau PDIP Cinta Mega di DPRD DKI Jakarta. Pemeriksaan dilaksanakan di ruangan kader PKS, Golkar, dan staff Komisi C Sektor Keuangan yang digeledah.

“Yusriah Dzinnun, Judistira Hermawan sama Udin, staff Komisi C,”.

Sekarang ini, Yusriah Dzinnun sebagai anggota Komisi D Sektor Pembangunan asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Awalnya, dia pernah memegang sebagai Ketua Komisi B Sektor Ekonomi pada 2017. Disamping itu, ia sempat juga dirotasi ke Badan Pembangunan Ketentuan Daerah (Bapemperda) pada 2022.

Seterusnya, Judistira Hermawan sebagai kader Golkar yang sekarang ini jadi anggota Komisi D Sektor Pembangunan.

Awalnya, KPK lakukan pemeriksaan di gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa, 17 Januari kemarin. Kepala Sisi Kabar berita KPK Ali Fikri sampaikan pemeriksaan itu berkenaan karena ada sangkaan korupsi penyediaan tanah di Pulo Gebang, Jakarta Timur.

“Betul ada kegiatan pemeriksaan diartikan berkaitan penghimpunan alat bukti sangkaan korupsi penyediaan tanah di Pulo Gebang,” sebut ia.

Di saat pemeriksaan itu, penyidik memeriksa beberapa ruang, seperti ruang pertemuan Komisi C, Lantai 10, terhitung ruangan kerja Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, dan ruangan kerja anggota DPRD DKI sekalian bekas politisi Gerindra, M. Taufik.

Ali Fikri sangkal KPK periksa ruangan Prasetyo Edi

Awalnya, Kepala Sisi Kabar berita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan tidak ada pemeriksaan di dalam rumah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. “Selama ini tidak ada informasi itu, ya,” katanya dalam pesan text-nya.

See also  Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Awalnya, tersebar berita di pesan WhatsApp jika penyidik KPK memeriksa tempat tinggal Prasetyo Edi. Baru saja ini KPK memang tengah menyelidik kembali sangkaan korupsi penyediaan tanah di Pulogebang, Jakarta Timur. Penyelidikan kasus itu diawali semenjak 2022.

Penyidik komisi anti-korupsi itu sudah memeriksa Gedung DPRD DKI. Beberapa ruangan anggota dewan dicheck, satu diantaranya ruangan kerja Prasetyo Edi di lantai 10. Selanjutnya ruangan kerja di lantai 8, 4, dan 2. Disamping itu, ruangan staff Komisi C ikut digeledah.

KPK, menurut Ali, mendapat bukti baru berkenaan dengan kasus korupsi tanah di Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur yang sudah dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya. “Diketemukan bukti-bukti di saat pengatasan kasus itu,” katanya dalam pesan text-nya.

Sumber Tempo menjelaskan KPK sedang lakukan peningkatan kasus korupsi pembelian tanah di Munjul. Dari peningkatan ini dijumpai sangkaan object korupsi baru, yakni penyediaan tanah di Pulogebang oleh Sarana Jaya. Pemeriksaan Gedung DPRD DKI, sumber KPK itu meneruskan, ialah sisi dari perubahan kasus itu. “Terdakwanya sama dengan kasus Munjul,” tutur sumber itu.

Check Also

Belasan Pelajar SD di Depok Diperhitungkan Keracunan Roti, Wali Kota: Telah Masuk Polisi

Belasan Pelajar SD di Depok Diperhitungkan Keracunan Roti, Wali Kota: Telah Masuk Polisi Produsen roti …