Sebutkan Gas Air Mata Pemicu Utama Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Kami Punyai Video Kunci

Sebutkan Gas Air Mata Pemicu Utama Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Kami Punyai Video Kunci

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan gas air mata jadi pemicu utama tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang mengambil 134 nyawa.

Anggota Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan penegasan itu perlu ia berikan karena banyak Aremania atau simpatisan Arema FC yang menanyakan jika pemicu tragedi Kanjuruhan itu bukan karena shooting gas air mata.

“Sampai sekarang ini, ringkasan kami gas air mata ialah pemicu utama berlangsungnya tragedi Kanjuruhan,” kata Choirul di Malang.

Dia menyebutkan Komnas HAM mempunyai beberapa bukti yang arahkan sangkaan pada gas air mata pemicu kematian supporter. “Spektrum itu yang kami saksikan . Maka, ini agar tidak risau semua, gas air mata yang ditembakkan ke tribune pemirsa. Apa Komnas HAM punyai datanya? Punyai dokumentasinya? Kami punyai,” tegasnya.

Ia memperjelas Komnas HAM mempunyai video kunci yang dapat memvisualisasikan status gas air mata sampai proses kematian korban. Video itu didapat Komnas HAM dari korban yang wafat dalam tragedi itu.

“Kami punyai video kunci, berkaitan itu yang dapat memvisualisasikan status gas air mata sampai proses kematian, yang videonya diambil dari korban. Korban yang wafat, (ini) clear untuk kami,” terangnya.

Seterusnya, Choirul Anam menjelaskan beberapa data itu akan jadi referensi untuk semua pihak yang memerlukan. Tidak tutup peluang referensi itu akan dikatakan ke Kewenangan Sepak Bola Dunia, Liga Sepak Bola Internasional (FIFA), terhitung pihak kepolisian.

“Kelak jika sudah usai, direferensikan ke siapa, ke siapa saja beberapa pihak, jika memang FIFA penting buat kami referensikan, kami referensikan ke FIFA,” ucapnya.

See also  Konten Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Verhoeven Dihujani 70 Pertanyaan

Dalam sekian hari paling akhir, Komnas HAM masih kumpulkan beberapa info dan bukti-bukti berkaitan kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, terhitung rekaman kamera pengawas (CCTV) di stadion. Komnas melakukan pencarian berkaitan peraturan yang ada, dengan minta info dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan panitia pelaksana.

Pada 1 Oktober 2022, kekacauan terjadi selesai laga di antara Arema FC menantang Persebaya Surabaya dengan score akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu mengakibatkan beberapa supporter turun dan masuk ke tempat lapangan.

Kekacauan itu makin jadi membesar di mana beberapa flare dilempar terhitung beberapa benda yang lain. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI usaha menepis beberapa supporter itu dan pada akhirannya memakai gas air mata.

Karena peristiwa itu, sekitar 134 orang disampaikan wafat karena tulang patah, trauma di leher dan kepala dan asfiksia atau kandungan oksigen pada tubuh menyusut. Disamping itu, disampaikan ada juga ratusan orang yang alami cedera enteng terhitung cedera berat.

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …