Riset Perkiraan Pasar Keuangan RI Aman Walau Ditembus Resesi Global

Riset Perkiraan Pasar Keuangan RI Aman Walau Ditembus Resesi Global

Direktur dan riset dari PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi meramalkan pasar keuangan Indonesia masih aman walau teror resesi global 2023 di muka mata. “Masih aman, masih aman (sampai tahun depan),” tutur ia lewat jaringan telepon.

Ia memandang kritis tahun 2020-2022 berlainan dengan kritis tahun 1998. Menurutnya, di zaman reformasi dahulu, esensial Indonesia belum juga kuat, karena 75 % obligasinya dipasarkan di pasar hingga dipunyai oleh asing.

Dan kritis sekarang ini, obligasi pemerintah yang dilelang ke luar negeri itu cuma 15 %, 85 prosentasenya terkuasai investor dalam negeri, khususnya perbankan, baik wasta atau punya pemerintah. “Jika dahulu kan tidak, 75 % dilepaskan ke pasar, 25 % ke negeri,” ucapnya.

Di lain sisi, di saat 1998, Indonesia masih membuat dasar, di mana penanaman-penanaman komoditas baru dilaksanakan seperti minyak sawit atau CPO. Dan sekarang ini tidak kembali, tetapi mempunyai komoditas yang telah hasilkan.

Ditambahkan lagi, kata Ibrahim, batu bara sedang melesat harga, dan timah dan nikel telah membuat smelter. Bahkan juga PT Freeport Indonesia saat ini 50 % sahamnya telah terkuasai Indonesia, yang membuat fundamentalnya lumayan bagus.

“Jadi jika andaikan terkoreksipun indeks harga gabungan atau IHSG kemungkinan cuma di 6.800 itu tetap tingkat paling tinggi dibanding dengan beberapa saham Eropa atau Amerika,” sebut Ibrahim

Disamping itu, Ibrahim menerangkan jika sekarang ini pemerintah sedang konsentrasi dengan konsumsi warga. Karena 50 % perkembangan ekonomi itu datang dari konsumsi warga.

Ia memprediksi bujet program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pengatasan pendemi Covid-19 peluang akan diarahkan ke bansos alias bansos atau bantuan langsung tunai (BLT), dan bantuan yang lain. Maksudnya untuk menolong warga kembali aktif, selanjutnya konsumsimnya bertambah.

See also  Kemenhub Gandeng BUMN dan Swasta Bangun Stasiun Tigaraksa Jadi Teritori TOD

“Jadi ini yang lumayan menarik, sampai sekarang ini pemerintah fokus pada dua poin pertama komoditas, ke-2 konsumsi warga,” papar Ibrahim, “Ini yang digodok pemerintah, yang hendak memperkuat perkembangan ekonomi di kwartal ke-3 peluang masih lumayan bagus.”

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …