Pemerintah Akan Beri Subsidi Beli Mobil dan Motor Listrik Setara Subsidi BBM

Pemerintah Akan Beri Subsidi Beli Mobil dan Motor Listrik Setara Subsidi BBM

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah masih mengulas stimulan berbentuk subsidi pembelian motor dan mobil listrik oleh warga.

Kata Budi, subsidi pembelian kendaraan listrik akan diwujudkan pemerintah dalam kurun waktu dekat. Karena, kendaraan rendah emisi yang bagus untuk lingungan ini harus disokong penjualannya dengan memberi akses pembelian yang luas untuk warga.

“Ini gagasan dari beberapa kementerian, menyaksikan jika ekuilibrium daripada mobil listrik itu bertambah baik dan cepat jika ada subsidi,” tutur Menhub di Hotel Fairmont, Jakarta.

Menurut Budi, pemberian subsidi pembelian mobil dan motor listrik ke warga akan sama dengan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk warga dalam kurun waktu tertentu.

“Memang peluang itu dapat dilaksanakan dan dari penghitungan yang dibikin subsidi ke konsumen mobil dan motor dalam periode 3 – empat tahun sama dengan subsidi BBM sepanjang 3 – empat tahun,” katanya.

Budi mengutarakan hasil ulasan belum memfinalkan wujud stimulan nanti. Ia tidak dapat pastikan stimulan itu akan diberi. Walau demikian ia menjelaskan pemerintah sudah mempertimbangkan pemberian stimulannya dengan matang,

“Hingga ada satu penghitungan yang bagus tentu saja ada keuntungan lainnya terkait dengan lingkunan, terkait dnegan kemacetan, dan lain-lain,” tutur Budi.

Awalnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan pemerintah tengah menggodok beberapa paket stimulan untuk memberikan subsidi pembelian kendaraan listrik ke warga.

Arifin menjelaskan ketentuan itu sedang didorong untuk percepat perubahan pemakaian kendaraan berbasiskan energi fossil ke arah listrik lokal.

“Saat ini prosesnya sedang digodok, sedang kita ulas,” kata Arifin saat dijumpai di Kompleks Kementerian ESDM, Jakarta, seperti diambil dari Usaha.

See also  Belum Resesi, Asosiasi Sebutkan Ekspor Produk Tekstil Telah Turun 30 %

Arifin menjelaskan gagasan itu jadi penting di tengah-tengah daya tawar energi listrik yang lebih bersaing daripada fosil di depan. Malah, katanya, harga keekonomian untuk listrik lebih murah dari penyediaan tiap liter bahan bakar minyak (BBM).

“Misalnya saat ini berapakah, pertalite Rp10.000 untuk 30 km jika saat ini gunakan listrik 1 kWh juga bisa 30 km jika charge listrik biayanya kan tidak sampai Rp2.000,” katanya.

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …