Lanjutan Sidang Perintangan Penyelidikan Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo Ditetapkan Hari Ini

Lanjutan Sidang Perintangan Penyelidikan Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo Ditetapkan Hari Ini

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan melangsungkan sidang dengan jadwal keputusan celah pada dua tersangka kasus obstruction of justice atau perintangan penyelidikan berkaitan kasus pembunuhan merencanakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo, ini hari, Kamis.

Adapun Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto dituduh oleh beskal penuntut umum (JPU) sudah lakukan perintangan penyelidikan bersama dengan Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Irfan Widyanto dan Bijak Rachman.

“Pembacaan keputusan celah,” tutur Petinggi Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto.

Ke-2 tersangka itu awalnya sudah ajukan nota berkeberatan atau eksepsi atas tuduhan yang sudah dibacakan JPU pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. Selanjutnya, JPU sudah menyikapi eksepsi yang disodorkan beberapa penasihat hukum masing-masing tersangka.

Adapun, keputusan celah sebagai keputusan majelis hakim untuk terima atau menampik eksepsi dari tersangka. Keputusan ini akan tentukan apa penuntutan pada tersangka akan diteruskan ke tahapan pengecekan saksi atau disetop.

Dalam tuduhan beskal penuntut umum, Baiquni Wibowo disebutkan bekerja untuk melipatgandakan dan hapus rekaman CCTV di Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Rumah itu sebagai tempat peristiwa kasus (TKP) pembunuhan merencanakan pada Brigadir J yang sudah dilakukan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

Baiquni yang saat itu memegang sebagai PS Kasubbag Riksa Bag Tidak Norma Rowabprof Seksi Propam Polri dikontak oleh bekas PS Kasubbagaudir Bag Tidak Norma Rowabprof Seksi Propam Polri Chuck Putranto untuk melipatgandakan rekaman CCTV seperti perintah Ferdy Sambo.

Sementara, Chuck Putranto dalam tuduhan disebutkan berperanan simpan dua decoder penting CCTV di Kompleks Polri, Duren Tiga. Dua decoder itu datang dari pos security Duren Tiga dan rumah Kepala Unit Reserse Kriminil (Kanit Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Rhekynellson Soplangit.

See also  276 Saham Terbakar, IHSG Selasa Ditutup Amblas ke Tingkat 7.050

Rumah Ridwan tepat berdekatan dengan rumah dinas Ferdy Sambo. Decoder itu diterima Chuck dari karyawan harian terlepas (PHL) pada Seksi Propam Polri namanya Ariyanto.

Aryanto memperoleh decoder itu dari bekas Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri Irfan Widyanto. Beskal memandang, kepenguasaan Chuck atas decoder CCTV sebagai tanda bukti kematian Yosua sebagai perlakuan menyalahi hukum.

Dalam kasus obstruction of justice ini, ke-7 tersangka dijaring Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Peralihan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Beberapa tersangka dijaring dengan Pasal 48 jo Pasal 32 Ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 mengenai Peralihan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Disamping itu, mereka dijaring dengan Pasal 221 Ayat (1) kedua jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …