Kejari Jakarta Barat Terima Barang Bukti 55,34 Gr Sabu di Kasus Teddy Minahasa Cs

Kejari Jakarta Barat Terima Barang Bukti 55,34 Gr Sabu di Kasus Teddy Minahasa Cs

Kejaksaan Negeri Jakarta Barat terima beberapa tanda bukti dari penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada proses tahapan II kasus peredaran sabu Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra. Keseluruhan tanda bukti sabu yang diterima sekitar 55,3414 gr.

“Dari Linda (Linda Pujiastuti alias Anita) itu ada tersisa lab kita ada terima 5,1549 gr, di mana awalnya itu hasil penyisihan dari 943 gr,” kata Kepala Kejari Jakarta Barat Iwan Ginting di kantornya.

Lalu bukti sabu yang dipunyai bekas Kapolres Bukittinggi Ajun Komisaris Besar Polisi Dody Prawiranegara sekitar 19,7112 gr. Jumlah itu beda dari keseluruhan 1,979 kg sabu yang dihilangkan.

Selanjutnya dari Kompol Kasranto, sabu disisihkan jadi tanda bukti seberat 28,3664 gr. Jumlah itu beda dari 305 gr.

Seterusnya, sabu dari Muhammad Nasir alias Daeng sekitar 2,1088 gr. Jumlah itu beda dari awal sebelumnya seberat 2,6 gr.

“Khusus yang diambil alih dari TM (Teddy Minahasa) ini, dari TM itu beberapa ada yang diambil alih. Tapi berkaitan narkotika memanglah tidak diambil alih dari yang berkaitan,” tutur Iwan Ginting.

Teddy Minahasa diperhitungkan mengontrol peredaran narkoba tipe sabu seberat 5 kg dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Sabu itu diambil dari tanda bukti 41,4 kg sabu hasil sitaan yang akan dihilangkan oleh Polres Bukittinggi pada Mei 2020.

Teddy, yang waktu itu memegang Kapolda Sumatera Barat, diperhitungkan memerintah Kapolres Bukittingi AKBP Dody Prawiranegara untuk mengganti 5 kg sabu dengan tawas. Waktu itu Dody minta Samsul Arif, anak buahnya lainnya, untuk melakukan perintah itu.

Sabu itu dipasarkan ke wilayah DKI Jakarta, sampai ke Kampung Bahari, Jakarta Barat. Beberapa anggota kepolisian dan masyarakat sipil diperhitungkan turut serta dalam peredaran narkoba itu.

See also  Sebutkan Gas Air Mata Pemicu Utama Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Kami Punyai Video Kunci

Atas tindakan beberapa terdakwa, mereka dijaring Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika.

Sanksi hukuman pada Irjen Teddy Minahasa, Dody Prawiranegara, dan beberapa tersangka lain optimal hukuman mati atau minimum 20 tahun penjara.

Check Also

Belasan Pelajar SD di Depok Diperhitungkan Keracunan Roti, Wali Kota: Telah Masuk Polisi

Belasan Pelajar SD di Depok Diperhitungkan Keracunan Roti, Wali Kota: Telah Masuk Polisi Produsen roti …