Kaya Gas, Kemungkinan Ga RI Stop Keseluruhan Impor LPG?

Kaya Gas, Kemungkinan Ga RI Stop Keseluruhan Impor LPG?

Pemerintah terus mengincar program yang dipercaya bisa tekan angka impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Satu diantaranya dengan memacu program jaringan gas kota (jargas).
Lalu, dengan suplai gas RI yang diprediksikan berlimpah, apa suplai gas bumi dalam negeri dapat menukar keperluan LPG yang sejauh ini tergantung pada impor?

Untuk dipahami, paket LPG subsidi Indonesia /tahunnya dibanderol sebesar delapan juta metrik ton. Sementara, kemampuan produksi kilang LPG RI cuma sejumlah 1,sembilan juta metrik ton.

Anggota Komite BPH Migas masa 2017-2021, Jugi Prajogio menyebutkan sekurang-kurangnya dibutuhkan sekitaran 900 juta standard kaki kubik setiap hari (MMSCFD) gas pipa untuk gantikan impor LPG sebesar delapan juta metrik ton /tahun. Angka itu termasuk cukuplah tinggi dan peluang susah untuk diwujudkan.

“Tidak gampang memperoleh volume gas sebesar 900 MMSCFD sementara pasar gas bukan hanya jargas, ada bidang yang lain memerlukan seperti listrik, pupuk, dan industri yang lain,” kata Jugi.

Akan tetapi, ada banyak pilihan yang bisa dilaksanakan pemerintah. Selainnya memberikan perhatian pada peruntukan gas, pemerintah dapat memacu infrastruktur receiving terminal gas alam cair alias liquefied alami gas (LNG) supaya pemakaian LNG lokal semakin besar kembali.

“Pemakaian LNG lokal buat jargas berdikari,” katanya.

Untuk dipahami, ketagihan Indonesia pada impor LPG misalkan, sepanjang satu dasawarsa paling akhir ini selalu naik. Bahkan juga, pada 2020 terdaftar jatah impor capai 80% dari keseluruhan keperluan LPG nasional.

Di lain sisi, Indonesia kaya sumber daya gas alam yang dapat digunakan sebagai alternatif LPG. Berdasar data Unit Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), jumlah cadangan bisa dibuktikan gas alam RI sampai 31 Desember 2021 terdaftar capai 42,93 triliun kaki kubik (TCF).

See also  Ramai Kasus Gagal Ginjal Anak, Puan Meminta Pemerintah Tingkatkan Edukasi

Dengan anggapan produksi gas sejumlah 6.000 juta standard kaki kubik setiap hari, karena itu cadangan bisa dibuktikan gas ini masih cukup buat sekitaran 19,enam tahun di depan.

Jumlah cadangan bisa dibuktikan gas ini bisa makin bertambah, terlebih jika kegiatan eksploitasi hulu minyak dan gas bumi (migas) terus digiatkan. Indonesia mempunyai 128 cekungan hidrokarbon (basin).

Tetapi sampai sekarang ini, cuma 20 cekungan yang sudah dibuat, 27 cekungan yang lain telah dibor dan mendapati kekuatan cadangan, 12 cekungan telah dibor tetapi tidak mendapati cadangan, dan masih tetap ada 69 cekungan yang lain yang belum benar-benar dibor.

 

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …