Jawab Laporan Formula E Ala-ala Anies Baswedan Diungkit, Jakpro: Imbas Ekonominya Rp 2,63 Triliun

Jawab Laporan Formula E Ala-ala Anies Baswedan Diungkit, Jakpro: Imbas Ekonominya Rp 2,63 Triliun

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro memperjelas audit neraca keuangan Jakarta E-Prix 2022 atau Formula E Jakarta sekarang ini sedang berjalan. Audit dilaksanakan oleh lembaga independen atau Kantor Akuntan Publik (KAP), bukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sama sesuai info awalnya.

“Audit keuangan Jakarta E-Prix 2022 masih berjalan oleh KAP,” kata VP Corporate Secretary Jakpro, Syachrial Syarief lewat info tercatat.

Sama sesuai laporan inhouse, kata Syachrial, penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 oleh Jakpro mencatat keuntungan saat sebelum pajak Rp 6,41 miliar. Keuntungan itu telah mempertimbangkan semua penghasilan dan beban kontan atau non-cash, terhitung kewajiban-kewajiban yang outstanding s/d 30 September 2022.

“Jakpro menanti hasil audit yang sudah dilakukan KAP independen yang diprediksi usai tahun akhir 2022 ini,” katanya.

Syachrial memperjelas jika Rp 6,41 miliar sebagai keuntungan dalam penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022.

“Jadi kami berikan kembali jika Rp 6,41 miliar sebagai keuntungan dalam penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022. Tentu saja telah mempertimbangkan kesemuaannya, terhitung pemenuhan kewajiban-kewajibannya,” katanya.

Menurut dia, kewajiban ke Jaya Ancol telah dilaksanakan pada Agustus 2022. Audit sebagai ulasan neraca keuangan sebuah perusahaan atau usaha yang sudah dilakukan secara independen dan objektif.

Arah dilakukan audit, katanya, untuk memberikan kejelasan untuk tiap penopang kebutuhan jika neraca keuangan yang dibikin telah tepat, komplet, dan searah dengan standard ketetapan audit.

“Diingatkan kembali jika berdasakan hasil pengkajian Lembaga dapat dipercaya dan independent Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) meriset jika Jakarta E-Prix 2022 bawa imbas langsung pada investasi konstruksi, operasional penyelenggaraan, dan pengeluaran pengunjung,” ucapnya.

See also  Kasus Ferdy Sambo, Kanjuruhan dan Teddy Minahasa Dera Polri, Lemkapi: Akan Ada Peralihan Besar

Imbas langsung penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 ialah semua agregat pengeluaran yang menyebabkan terlaksananya Jakarta E-Prix 2022.

Elemen imbas langsung terbagi dalam investasi konstruksi (capital expenditure), operasional penyelenggaraan (operational expenditure), dan keseluruhan pengeluaran pengunjung.

Sesudah diestimasi, karena itu penyelenggaraan Jakarta E Prix sanggup memberi imbas langsung sejumlah Rp 597 miliar.

Ia menjelaskan INDEF melaunching penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 tingkatkan PDRB (Produk Lokal Regional Bruto) DKI Jakarta 0,105 % atau sama dengan Rp 2,041 rupiah (Atas Dasar Harga Stabil/ADHK).

PDRB bisa bertambah karena ada kegiatan dan hubungan ekonomi seperti konsumsi warga, investasi, berbelanja pemerintah dan net export. Dari kegiatan ekonomi itu, karena itu memunculkan imbas rentetan bahkan juga imbas pengganda pada beragam sektor ekonomi yang lain dari hilir sampai hulu.

Di lain sisi, beberapa sektor yang berkaitan dengan jasa mendapatkan tanggapan dari kegiatan ekonomi yang terjadi karena ada penyelenggaraan Jakarta E Prix.

Imbas ekonomi secara keseluruhan dari penyelenggaran Jakarta E-Prix 2022 itu bisa disaksikan dari agregasi imbas langsung dan imbas ekonomi, hingga imbas keseluruhannya diestimasi capai Rp 2, 63 triliun.

Prasetyo Edi Marsudi angkat Formula E ala-ala Anies Baswedan

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi cecar management PT Jakarta Propertindo atau Jakpro (Perseroda) masalah hutang Rp20 miliar yang disebut nilai persewaan tempat untuk Circuit Formula E.

“Pertanyaan awalnya saya, apa bapak telah bayar ke Ancol Rp20 miliar? Apa Formula E untung atau mungkin tidak? Tolong dijawab,” kata Prasetyo dalam rekaman suara rapat ulasan KUA-PPAS APBD DKI 2023 yang diterima di Jakarta, Rabu, 2 November 2022.

Dalam pada itu, Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto menerangkan kerja-sama dengan PT Jaya Ancol untuk sewa tempat di Kawasan Rekreasi Ancol untuk dipakai sebagai circuit sepanjang tiga musim balapan.

See also  Saran PMD ke 9 BUMD DKI Rp6,23 Trilun, Tidak Ada untuk Bangun Rumah DP 0

“Jadi Formula E ini, untuk sewa tempat circuit dengan Ancol 3 tahun masanya. Di sini, sewa circuit untuk tanah tempat dipakai 4 bulan pada tahun awal. Lantas, sebulan untuk tahun ke-2 dan sebulan pada tahun ke-3 ,” kata Widi jawab pertanyaan Prasetyo.

Selanjutnya, Widi sampaikan sesudah kontrak 3 tahun usai, circuit Formula E akan dipunyai oleh Jakpro dan Ancol, yang selama ini, ke-2 perusahaan tengah menggodok perjanjian kerja sama (PKS) berkaitan circuit Formula E. “Circuitnya kelak jadi punya bersama di antara kita dan Ancol,” tutur Widi.

Selanjutnya, Prasetyo menanyakan berkenaan pengakuan Widi masalah pemilikan circuit di Ancol itu. “Tujuannya dalam Ancol itu kelak ada punyai JakPro?” bertanya Prasetyo.

Widi menjawab asset circuit itu bisa menjadi punya bersama di antara Ancol dan Jakpro karena dikerjasamakan di antara dua perusahaan daerah itu.

“Kan ada kerja-sama di sana. Yang saat ini diulas dengan Ancol untuk Kesepakatan Kerja Sama (PKS)-nya. Karena kelak kemungkinan kita akan kerja samanya BOT (Build Operate and Transfer), kelak transfer pihak Ancol sesudah dihitung-hitung nilai ekonomisnya,” papar ia.

Prasetyo lalu mengutamakan sebenarnya Formula E semestinya dikerjakan di tengah-tengah kota. Menurut dia, ide berikut yang digadangkan Jakarta pada zaman Gubernur Anies Baswedan sekian tahun lalu.

“Yang bernama Formula E itu, saya kebenaran dewan pembimbing IMI, itu ialah mobil listrik. Itu diselenggarakannya tidak di circuit Ancol, ada di tengah-tengah kota. Pada pertama kalinya Pak Anies presentasi namanya Formula E, itu jika tidak salah dari Monas sampai Arya Duta atau dari Monas masuk HI diberi handycam,” katanya.

Tetapi realitanya, katanya, pada akhirnya tidak terwujud dan yang terjadi ialah pemangkasan pohon-pohonan di kawasan Monumen Nasional.

See also  Ambu Anne Melapor, Kang Dedi Mulyadi Dapatkan Keluarga Miskin Makan Nasi Digabung Garam di Purwakarta

“Karena hanya 4,2 kilo atau 3,7 kilo. saya mengetahui itu. Tetapi apa yang terjadi? Terjadi pemangkasan-pemotongan pohon di Monas. Terjadi plaza depan (seberang) BUMN. Walau sebenarnya, tempat peresapan air di tengah-tengah kota cuma di Monas semestinya tidak bisa,” katanya.

Awalnya, Prasetyo bertanya masalah hutang Jakpro sejumlah Rp20 miliar pada Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Winarto yang rupanya mengatakan jika dana itu belum dibayar oleh Jakpro ke Ancol.

 

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …