Inflasi Oktober Diprediksikan Menembus Nyaris 6 %, Harga BBM dan Beras Jadi Pemicu Khusus

Inflasi Oktober Diprediksikan Menembus Nyaris 6 %, Harga BBM dan Beras Jadi Pemicu Khusus

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira meramalkan inflasi Oktober 2022 akan capai 0,07 % secara bulanan atau 5,83 % secara year on year. Dia menjelaskan inflasi yang masih lumayan tinggi ini disebabkan karena faktor-faktor.

“Dampak peningkatan harga BBM, transportasi, peningkatan harga beras, tempe, dan rokok memengaruhi nilai inflasi yang nyaris capai angka 6 %,” sebut Bhima saat dikontak.

Bhima menjelaskan pemerintahan perlu memerhatikan imbas peningkatan harga pangan karena factor rekonsilasi ongkos logistik. Dampak peningkatan harga bensin bersubsidi pada inflasi ini diperkirakan akan dirasa dalam beberapa waktu di depan.

Selainnya pangan, Bhima menjelaskan pemerintahan dan Bank Indonesia wajib melakukan mengantisipasi peningkatan harga sepanjang Natal dan tahun baru. Dia memprediksi beberapa aktor usaha akan menaikkan ongkos bahan baku karena pelemahan kurs rupiah ke customer sejauh tahun akhir.

“Imported inflation bisa saja PR khusus pengaturan inflasi. Inflasi november sampai desember masih beresiko naik,” katanya.

Di lain sisi, Bhima mengingati ada teror ketakstabilan harga komoditas. Bila terjadi krisis global, keinginan komoditas bisa berangsur turun karena keinginan bahan baku ikut melamban.

Dengan begitu, Bhima menjelaskan pemerintahan harus mempersiapkan scenario untuk mengangkat pergerakan export dari produk yang berharga lebih. ” menolong aktor usaha cari beberapa pasar export alternative dan beberapa bila dapat diserap ke pasar dalam negeri karena itu perlu penataan masalah import barang maka ” katanya.

Untuk industri dengan keperluan bahan baku import yang tinggi, Bhima menyebutkan pemerintahan dapat sediakan sarana substitusi bahan baku lokal. Usaha itu sekalian memperhitungkan pelemahan kurs rupiah yang punya pengaruh pada tambahan ongkos bahan baku import ke aktor usaha.

See also  Jawab Laporan Formula E Ala-ala Anies Baswedan Diungkit, Jakpro: Imbas Ekonominya Rp 2,63 Triliun

Bhima meneruskan, penekanan inflasi dapat berkurang saat factor pelemahan kurs rupiah, perang Ukraina, teror kritis pangan, dan harga minyak mulai turun. Sekarang ini, harga minyak bumi yang diperjualbelikan di dunia untuk Brent masih US$ 94 per barel atau naik 11,7 % secara year on year.

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …