Hendra Kurniawan Diberhentikan Tidak Hormat dari Anggota Polri

Hendra Kurniawan Diberhentikan Tidak Hormat dari Anggota Polri

Sidang Komisi Kode Etik Polri putuskan Brigadir Jenderal alias Brigjen Hendra Kurniawan dikeluarkan dengan tidak hormat atau Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

Hendra Kurniawan jalani sidang etik dalam kasus obstruction of justice atau menghadang penyelidikan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) diadakan jam 08.00 WIB sampai 17.15 WIB. Sidang dipegang langsung oleh Wakil Inspektur Pemantauan Umum Irjen Tornagogo Sichombing.

“Keputusan kelompok kolegial dari sidang KKEP, yang berkaitan di- PTDH, dihentikan tidak dengan hormat dari Kepolisian RI karena bisa dibuktikan jika yang berkaitan lakukan tindakan nista,” kata Dedi ke reporter pada 31 Oktober 2022.

Disamping itu, sidang KKEP putuskan Hendra Kurniawan ditahan atau ditaruh dalam Penempatan Khusus (Patsus) sepanjang 29 hari. Penahanan itu telah ditempuh Hendra Kurniawan. Dedi tidak ungkap apa Hendra ajukan banding atau mungkin tidak.

Hendra Kurniawan menjabat sebagai Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Divisi Propam) Polri saat kejadian pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dia memiliki bintang satu di pundak atau berpangkat brigadir jenderal.

Sekarang Hendra Kurniawan tengah jalani sidang pidana dalam kasus yang serupa. Jaksa menuntut Hendra atas perintah atasannya, Ferdy Sambo, sudah memerintah penghancuran CCTV pada tempat berlangsungnya kasus pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Pada 18 Oktober lalu, Jaksa Penuntut Umum menuntut Hendra Kurniawan dan lima terdakwa lain dengan tuduhan primer Pasal 49 jo Pasal 33 UU No. 19 Tahun 2016 mengenai Peralihan atas UU No. 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 mengenai Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau tuduhan primer Pasal 233 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) kedua KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

See also  Kasus Ferdy Sambo, Kanjuruhan dan Teddy Minahasa Dera Polri, Lemkapi: Akan Ada Peralihan Besar

Awalnya, Komisi Kode Etik Polri sudah memecat tidak hormat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) empat tersangka obstruction of justice pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mereka ialah Ferdy Sambo, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Agus Nur Patria.

Dalam pada itu ada dua tersangka obstruction of justice yang belum jalani sidang etik, yaitu Ajun Komisaris Besar Polisi Arif Rahman Arifin dan Ajun Komisaris Polisi Irfan Widyanto.

 

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …