Calon wakil presiden Anies Keras: NasDem Sorongkan Figur Non-Parpol, PKS dan Demokrat Ingin Kader

Calon wakil presiden Anies Keras: NasDem Sorongkan Figur Non-Parpol, PKS dan Demokrat Ingin Kader

Partai NasDem, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) teratur berjumpa untuk memperdalam pembangunan konsolidasi. Sesudah ke-3 nya bermufakat mengangkat Anies Baswedan sebagai calon presiden, masih tetap ada tugas rumah yakni putuskan persyaratan dan proses pemilihan calon wakil presiden.

Paling akhir, team kecil ke-3 partai berjumpa dengan Anies di rumah tinggalnya 2 hari kemarin. Persamuhan ini mengulas calon wakil presiden yang akan melangkah bersama Anies pada 2024.

Jubir PKS, Muhammad Kholid, menyebutkan salah satunya dinamika ulasan bergelut pada persyaratan calon wakil presiden. “Yang belum bertemu satu diantaranya ialah persyaratan calon wakil presiden,” kata Kholid.

Kholid memberikan contoh Partai NasDem yang inginkan calon wakil presiden di luar konsolidasi. Tetapi, katanya, PKS dan Partai Demokrat condong mengutamakan figur calon wakil presiden dari intern konsolidasi.

“Contoh, NasDem ingin di luar konsolidasi, mengambil yang non-parpol. Untuk PKS malah fokus harus dari intern konsolidasi. Demokrat setuju intern konsolidasi lebih diutamakan. Walau tidak tutup dari kemungkinan luar konsolidasi atau non-parpol,” katanya.

Kholid menjelaskan saran PKS dan Partai Demokrat mengangkat calon wakil presiden dari intern konsolidasi sebagai hal lumrah. Karena, katanya, setiap partai politik ingin kader terbaik dapat maju Pemilihan presiden 2024.

Menurut Kholid, bila calon wakil presiden Anies datang dari intern konsolidasi, karena itu hubungan ke-3 partai pasti akan makin kuat. Walau begitu, ia menyebutkan partainya akan menghargakan penglihatan dan keputusan Anies masalah calon wakil presiden.

“Malah jika (cawapres) intern konsolidasi baik dari NasDem, PKS, atau Demokrat, akan makin memperkuat ke-3 pihak. Pasti kita menghargai penglihatan capresnya seperti apakah,” katanya.

See also  Beberapa puluh Maket Karya Arsitek Le Corbusier Ditampilkan Satu bulan di Selasar Pavilion Bandung

Dalam pada itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, memandang ke-3 partai telah mempunyai figur intern yang dapat diusulkan sebagai calon wakil presiden. Menurutnya, pilih pengiring Anies tidak dapat asal-asalan.

“Jadi internnya ada dahulu, baru diulas kelak di intern itu yang mana dapat bawa kemenangan dan peralihan? Jika sudah ada jawaban di intern, ngapain kembali cari di external?,” kata Andi ke Tempo di Kantor DPP Partai Demokrat.

Awalnya, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menyebutkan persamuhan team kecil belum sampai pada keputusan masalah figur calon wakil presiden yang akan digotong konsolidasi. Menurutnya, Demokrat menyarankan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, sementara PKS ajukan Ahmad Heryawan alias Aher.

“Belum (ada keputusan), masih tetap ada banyak hal ya mengenai calon wakil presiden barusan kita ulas. PKS menyarankan nama Pak Ahmad Heryawan, Demokrat menyarankan AHY, NasDem sendiri selanjutnya ya kita berikan ke Pak Anies,” kata Willy saat dikontak.

Willy menyebutkan ada dinamika saat mengulas masalah calon wakil presiden. Walau begitu, ia menjelaskan keputusan masalah calon wakil presiden diberikan ke Anies Baswedan.

Adapun Anies disebutkan Willy semakin banyak dengarkan penjabaran dari tiap-tiap team kecil. Ia menjelaskan Anies menyongsong positif persamuhan ini ingat pembicaraan calon wakil presiden memang pantas dikerjakan secara terbuka.

“Pak Anies lebih mendengarkanlah, partai-partai yang banyak meng-explore,” katanya.

 

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …