Buruh Menuntut Gaji Naik 13%, Pengusaha Tekstil ‘Nangis’

Buruh Menuntut Gaji Naik 13%, Pengusaha Tekstil ‘Nangis’

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal minta peningkatan gaji minimal tahun 2023 sejumlah 13%. Tuntutan itu merujuk pada harapan inflasi tahun 2023 sejumlah 7-8% dengan prediksi kemajuan ekonomi 4,8%.
Bila dijumlah, ke-2 angka itu keseluruhan 11,8%. KSPI, kata Iqbal, minta peningkatan dengan pembulatan angka itu jadi 13%.

Menyikapi tuntutan itu, Sekjen Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menjelaskan, peningkatan 13% akan memperberat bidang tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri.

Bahkan juga, menurut Redma, sekarang ini industri TPT nasional hadapi keadaan seperti saat periode pucuk wabah Covid-19. Di mana, stock di pabrik mulai menimbun sampai harus merumahkan pegawai.

“Kami saat ini belum memikirkan harus naikin berapakah (upah) tahun depannya. Saat ini mikirnya janganlah sampai PHK, berapakah % kembali mesin harus di turunkan kemampuannya. Karena stock saat ini banyak,” kata Redma.

“Tetapi, jika haru naik 13% gitu bagaimana ya. Keadaan kita saat ini kembali buruk. Memang kuartal 1 dan 2 kemarin bagus, tetapi mulai kwartal 3 turun sekali. Dan, kelihatannya tidak ada pertanda lebih baik di dalam 1-2 bulan di depan jika menyaksikan keadaan di dunia,” lebih Redma.

Redma mengutarakan, industri TPT dalam negeri terpukul karena jumlahnya penangguhan dan pemotongan order export. Sementara, pasar dalam negeri sedikit menolong karena daya membeli masih kurang kuat.

“Kemungkinan, jika harga komoditas lebih baik, dapat ada pembaruan pasar lokal pada awal tahun 2023. Tetapi, jika export, kelihatannya tidak ada pertanda. Karena itu, ini keadaannya seperti Covid kemarin,” ujanya.

“PR kami saat ini bagaimana agar menjaga tenaga kerja. Janganlah sampai ada PHK. Memang, saat ini telah banyak yang merumahkan karena produksi turun, ada yang sampai 50%,” kata Redma.

See also  Beberapa puluh Maket Karya Arsitek Le Corbusier Ditampilkan Satu bulan di Selasar Pavilion Bandung

Karenanya, ia menambah, industri khususnya bidang TPT nasional tidak sanggup penuhi bila tuntutan peningkatan gaji tahun depannya ialah 13%.

“Akan memperberat. Dan, karena Covid kemarin, saat ini keadaannya perusahaan dan pegawai sama-sama sudah pahami. Karena pengalaman kemarin, ada yang sampai cuma dibayar 30%, ada yang diberhentikan. Untuk mereka saat ini yang perlu bekerja. Kita belum saksikan ada pertanda akan lebih baik keadaan saat ini,” tandas Redma.

 

Check Also

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet

Ditanyakan Kesempatan Khofifah untuk Pemilihan presiden, PDI-P: Rekam Tapak jejaknya Benar-benar Komplet Sekretaris Jenderal DPP …